PROLOG
Ke mana
sayap-sayap cinta akan dikepakkan? Wahai kedamaian yang akan menembus, menyusup
dalam jatung-jantung hati manusia. Di jantung mana engkau akan berhenti,
berdiam dan menjadi nyala api? Cinta
yang membangunkan orang yang tertidur, menggerakkan orang yang berdiam. Cinta
yang membuat gelap menjadi terang. Cinta membuat yang membatu menjadi meleleh.
Kepak-kepakan
sayap-sayap cinta, wahai
burung-burung. Engkau nyanyian alam yang paling berjiwa. Pada jagat raya yang terbentang luas, tambatkan
cinta pada dahan-dahan hati, memupus kembara-kembara sunyi, dan saling berdiam
diri. Biarkan cinta yang akan menghangatkan, lalu kami menjadi saling
berbicara, saling menatap mesra, dan saling tersenyum lembut. Di waktu mana, mungkin pula kami akan
bergandengan tangan di bumi.
Terbanglah
engkau cinta, ke langit-langit harapan. Di mana bilur-bilur penyesalan pada
dendam menjadi pelukan dan pemaafan.
Pada setiap pori-pori langit ada hujan
yang membasahi bumi kerontang, menyeruak wangi pertrichor dari tanah-tanah yang
retak. Mungkin engkau akan bersekutu bersama angin, memapar kesejukan di
gumuk-gumuk pasir yang panas gemeretak. Atau, mungkin engkau akan
melintasi bianglala, di mana aneka rupa
warna menjadi pembuka dinding hati untuk saling memahami dan menyayangi.
Datanglah
wahai cinta, dari seluruh penjuru angin, selimuti bumi.
Selimutilah kami, di bumi manusia.
BUMI CINTA. Beri kami kekuatan mengasihi
ke seluruh pojok-pojok hati . Cinta yang
memupus dendam dan benci.
|