Sabtu, 08 Februari 2014

Bumi Cinta




PROLOG

Ke mana sayap-sayap cinta akan dikepakkan? Wahai kedamaian yang akan menembus, menyusup dalam jatung-jantung hati manusia. Di jantung mana engkau akan berhenti, berdiam dan menjadi nyala api?  Cinta yang membangunkan orang yang tertidur, menggerakkan orang yang berdiam. Cinta yang membuat gelap menjadi terang. Cinta   membuat yang   membatu menjadi meleleh.


Kepak-kepakan  sayap-sayap cinta, wahai burung-burung.  Engkau  nyanyian alam yang paling berjiwa. Pada  jagat raya yang terbentang luas, tambatkan cinta pada dahan-dahan hati, memupus kembara-kembara sunyi, dan saling berdiam diri. Biarkan cinta yang akan menghangatkan, lalu kami menjadi saling berbicara, saling menatap mesra, dan saling tersenyum lembut.  Di waktu mana, mungkin pula kami akan bergandengan tangan di bumi.  


Terbanglah engkau cinta, ke langit-langit harapan. Di mana bilur-bilur penyesalan pada dendam menjadi pelukan  dan pemaafan. Pada setiap pori-pori langit  ada hujan yang membasahi bumi kerontang, menyeruak wangi pertrichor dari tanah-tanah yang retak. Mungkin engkau akan bersekutu bersama angin, memapar kesejukan di gumuk-gumuk  pasir yang   panas gemeretak. Atau, mungkin engkau akan melintasi bianglala, di mana aneka rupa  warna menjadi pembuka  dinding  hati untuk saling memahami dan menyayangi.


Datanglah wahai cinta, dari seluruh penjuru angin, selimuti  bumi.  Selimutilah kami,  di bumi manusia. BUMI CINTA. Beri kami kekuatan mengasihi  ke seluruh pojok-pojok hati . Cinta yang  memupus  dendam dan  benci.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar